-
-
Menara 165 Lantai 4, Jl. TB Simatupang Kav 1, Kota Jakarta
-

Kalau kamu bekerja sebagai manajer pabrik, insinyur proses, atau staff EHS di industri manufaktur atau pengolahan air limbah, kemungkinan besar kamu pernah dihadapkan pada masalah yang sama: gimana caranya menyaring polutan berbahaya dan bau tidak sedap dari gas buang sebelum dilepas ke udara bebas. Nah, salah satu solusi yang layak banget untuk dipertimbangkan adalah industrial scrubber.
Scrubber industri adalah sistem penyaring polusi yang bekerja menggunakan material padat (pada dry scrubber) atau cairan (pada wet scrubber) untuk membersihkan aliran gas buang. Secara umum, keunggulan teknologi ini antara lain: aman digunakan untuk gas-gas yang mudah terbakar, tahan terhadap kondisi suhu dan kelembaban tinggi, ukurannya yang kompak membuatnya hemat biaya dan fleksibel dari segi lokasi pemasangan — termasuk bisa dipasang ke sistem yang sudah ada, tidak menimbulkan sumber debu sekunder, mampu menangani gas dan partikel sekaligus dalam satu alat, serta bisa menetralkan gas-gas korosif.
Dry scrubber bekerja menggunakan material reaktif padat yang disebut sorbent — misalnya larutan alkali — untuk mengikat dan membuang gas asam. Tapi kemampuannya dalam menghilangkan polutan umumnya tidak sebaik wet scrubber. Dry scrubber lebih cocok untuk fasilitas yang tidak punya infrastruktur untuk mengelola air limbah yang dihasilkan oleh wet scrubber.
Wet scrubber, sebaliknya, mengalirkan gas tercemar melewati cairan yang dirancang untuk menangkap polutan. Teknologi ini sangat serbaguna dan bisa menghilangkan lebih dari 99% partikel di udara.
Cairan yang paling umum digunakan adalah air, yang efektif untuk menyerap kontaminan anorganik. Gas kotor dialirkan melewati air, kontaminannya diserap, dan gas yang keluar sudah bersih. Tapi selain air, cairan lain juga bisa dipakai tergantung jenis polutan yang mau dihilangkan — karena setiap kontaminan punya muatan kimia yang berbeda, cairan pencuci dipilih berdasarkan kemampuannya mengikat polutan tertentu. Untuk gas asam seperti HCl dan SO₂, natrium hidroksida (larutan kaustik) paling sering digunakan, meski natrium karbonat dan kalsium hidroksida juga bisa jadi pilihan.
Ketika digunakan untuk menyaring partikel, wet scrubber menangkapnya dalam tetesan cairan, lalu dipisahkan dari gas bersih yang keluar melalui alat yang disebut mist eliminator. Cairan yang sudah terkontaminasi harus diolah dulu sebelum dibuang atau digunakan kembali.
Salah satu desain wet scrubber yang paling populer adalah packed-bed scrubber (atau packed-tower scrubber), yang terutama digunakan untuk menyerap gas. Alat ini terdiri dari ruang yang diisi material packing berbentuk khusus untuk memperluas area kontak antara gas dan cairan. Gas kotor didorong ke atas melewati lapisan packing, sementara cairan pencuci mengalir ke bawah — menciptakan interaksi berlawanan arah yang sangat efisien. Ada juga desain horizontal dengan aliran silang. Mist eliminator di bagian atas menangkap sisa tetesan cairan, sementara cairan limbah mengalir ke bawah.
Packed-bed scrubber banyak dipakai di industri kimia, makanan dan pertanian, baja, pupuk, dan elektroplating. Efektif untuk gas anorganik (efisiensi penyerapan 95–99%), VOC (umumnya 70–99%), dan partikel (50–95%) — meski paling cocok untuk aplikasi dengan kadar debu rendah.
Kelebihan lainnya: penurunan tekanan yang relatif rendah, konstruksi tahan korosi, efisiensi transfer massa yang tinggi, dan fleksibilitas untuk mengganti packing tanpa harus membeli unit baru.
Selain packed-bed, ada beberapa varian scrubber lain yang lebih spesifik. Fume and gas scrubber dirancang untuk menangani emisi larut air seperti amonia, klorin, dan asam klorida. Odor control scrubber menawarkan desain yang fleksibel untuk mengolah volume udara besar secara ekonomis. NOx scrubber menggunakan proses oksidasi dan reduksi untuk menghilangkan nitrogen oksida dengan efisiensi lebih dari 99%. Quencher scrubber bekerja dalam dua tahap — pertama mendinginkan gas panas yang korosif, lalu menghilangkan kontaminan asamnya.
Ada juga venturi scrubber, yang bekerja dengan cara mendorong gas kotor dengan kecepatan tinggi melalui bagian sempit (throat) sehingga bertabrakan dengan air dan partikelnya tertangkap. Air yang sudah kotor kemudian dipisahkan di cyclonic separator dan cairan yang sudah bersih bisa digunakan kembali. Venturi scrubber bisa menangani gas maupun partikel, tapi performanya lebih unggul untuk partikel dibanding gas.