Hubungi Kami!!
13 February, 2026

Kalau udah masuk ke tahap diskusi tentang dust collector, biasanya calon customer kita selalu punya pertanyaan yang sama. Dan bisa dibilang itu hal yang wajar, karena yang dibahas bukan barang kecil dan murah, tapi barang besar yang menyangkut sistem produksi, lingkungan kerja, dan biaya investasi yang nilainya tidak sedikit.

Kami, PT Vando Teknik Solusi, bergerak di bidang solusi filtrasi industri sekaligus partner resmi dari Donaldson, produsen dari sistem filtrasi terbesar di dunia. Jadi, yang kami lakukan bukan hanya menjual unit saja, tetapi kami juga turut membantu customer mulai dari menentukan dust collector mana yang cocok untuk area mereka sampai sistemnya benar-benar berjalan dengan baik.

Nah, berdasarkan beberapa pengalaman kami dalam menangani berbagai customer dari berbagai jenis industri, selalu ada 4 pertanyaan ini yang diajukan oleh calon customer kepada kami pada saat sesi diskusi/meeting. Berikut 4 pertanyaan yang sering diajukan oleh calon customer kepada kami!

1. Tipe Dust Collector Mana yang Cocok Untuk Area Kami?

Ini adalah pertanyaan pertama yang selalu dilontarkan kepada kami. Dan kami pun selalu memberi jawaban yang sama: Tergantung.

Tergantung jenis debunya, apakah debu halus atau kasar. Kering atau lengket. Jumlahnya sedikit atau banyak. Areanya luas atau terbatas. Indoor atau outdoor. Dan juga tergantung berapa banyak titik hisap yang dibutuhkan dari sistemnya. Semakin banyak titik hisap, maka semakin kompleks juga perhitungan air flow dan kapasitas unit yang diperlukan.

Faktor “tergantung” di atas benar-benar sangat memengaruhi jenis dust collector yang akan digunakan. Ada yang cocok menggunakan baghouse karena volumenya besar dan partikelnya halus. Ada yang lebih efektif menggunakan cartridge dust collector karena areanya terbatas. Ada juga yang cukup menggunakan jenis cyclone karena partikelnya yang lebih berat.

Oleh karena itu, kami selalu melakukan assessment terlebih dahulu untuk menentukan sizing yang tepat sebelum memberikan rekomendasi dust collector kepada calon customer.

2. Kenapa Harus Donaldson, Bukan Brand Lain?

Pertanyaan ini kerap kali muncul setelah kami mengenalkan Donaldson sebagai rekomendasi brand untuk dust collector kepada para calon customer. Pada momen inilah kami menjelaskan kepada calon customer bahwa Donaldson bukan hanya sekedar brand yang masih baru, tetapi mereka telah bermain di dunia filtrasi industri secara global, yang mana berarti teknologinya sudah teruji di berbagai sektor industri berat, bukan hanya di satu dua project.

Calon customer kami seringkali mempertimbangkan banyak hal sebelum bekerja sama dengan kami, diantaranya adalah konsistensi performa, efisiensi filtrasi untuk partikel halus, dan kemudahan dalam memaintenance-nya.Tidak heran banyak sekali calon customer kami yang lebih memilih Donaldson yang sudah jelas track recordnya ketimbang mengambil resiko dengan mengambil opsi yang lebih murah namun belum tentu stabil.

3. Kenapa Harga Dust Collector itu Mahal?

Nah pertanyaan ini juga sering dilontarkan oleh calon customer kepada kami ketika kami sudah menjelaskan berbagai informasi tentang dust collector donaldson, lalu mulai memasuki tahap negosiasi untuk penawaran harganya.

Kebanyakan dari calon customer kami seringkali menanyakan mengapa harga dust collector itu cukup mahal, namun mereka tidak melihat apa alasan dibalik harga mahal tersebut. Padahal yang dibayar itu bukan cuma “mesin penyedot debu,” tetapi di dalamnya ada perhitungan airflow, kapasitas filtrasi, desain struktur, sistem kontrol, sampai ke integrasi sistem.

Jadi, sebetulnya pertanyaan yang tepat bukan “kenapa mahal”, tapi “berapa biayanya kalau sampai ada sistem yang salah?”. Dan sudah dapat dipastikan bahwa harganya akan jauh lebih mahal.

4. Apakah Bisa Supply by System?

Selain menjual unit, kami juga selalu menawarkan servicenya, mulai dari survey lokasi, desain sistem, pemasangan ducting, instalasi, hingga commissioning dan after sales support. Hal ini juga yang membuat kami sering mendapatkan pertanyaan di atas dari calon customer karena banyak calon customer yang tidak ingin beli unitnya saja, namun ingin solusi lengkapnya juga.

Based on data, pendekatan sistem bisa terbilang jauh lebih aman, terutama untuk industri yang besar. Semuanya dihitung dari hulu ke hilir, mulai dari identifikasi sumber debu, perhitungan airflow per titik, desain ducting, pemilihan fan, hingga sistem pembuangan dan kontrolnya. Dari sisi teknis sendiri, dust collector haruslah menyatu dengan alur produksi, mengikuti sumber debu, jarak antar mesin, kapasitas produksi, hingga pola kerja operator.

Kami tidak pernah menyarankan kepada calon customer untuk membeli unitnya saja, karena kalau hanya beli unit tanpa perencanaan, biasanya yang terjadi adalah sistemnya “hidup”, tapi tidak benar-benar efektif. Contohnya adalah airflow yang tidak seimbang, tekanan di tiap titik hisap berbeda, fan bekerja terlalu berat karena desain ducting tidak optimal, dan kompleksitas perhitungan static pressure yang tinggi yang diakibatkan oleh banyaknya jumlah titik hisap dan jaraknya.

Pada akhirnya, dust collector itu bukan soal alat, tapi soal bagaimana sistemnya bekerja untuk mendukung produksi yang lebih bersih dan aman. Pertanyaan-pertanyaan diatas menyiratkan bahwa perusahaan calon customer ingin memastikan bahwa mereka tidak salah langkah. Karena di industri, kesalahan kecil dalam perencanaan bisa berujung biaya yang besar di kemudian hari